IELTS Essay – Pendekatan yang Seimbang

IELTS Essay – Banyak dari Anda telah meminta saya untuk menulis esai dengan pendekatan yang seimbang, atau dengan kata lain ketika Anda setuju dengan kedua belah pihak. Saya biasanya menyarankan siswa saya untuk memilih satu sisi atau yang lain, karena ini mengarah pada pendapat yang sangat jelas, tetapi di sini ada sampel yang mengambil pandangan yang lebih seimbang.

Beberapa orang berpikir bahwa rasa kompetisi pada anak-anak harus didorong. Yang lain percaya bahwa anak-anak yang diajar untuk bekerja sama daripada bersaing menjadi orang dewasa yang lebih berguna.

Diskusikan kedua pandangan dan berikan pendapat Anda sendiri.

Sering dikatakan bahwa anak-anak harus dimotivasi untuk menjadi lebih kompetitif, sementara yang lain merasa bahwa kerja sama adalah nilai yang lebih penting untuk ditanamkan pada anak-anak. Esai ini akan membahas kedua pandangan ini, sebelum sampai pada kesimpulan bahwa keduanya sama-sama valid.

Adalah penting bahwa orang-orang muda didorong untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa, dalam pengejaran apa pun yang mereka ambil. Dorongan untuk menang meningkatkan etika kerja mereka dan mengajarkan kepada mereka bahwa kerja keras dan disiplin adalah kunci menuju kesuksesan. Sebagai contoh, itu ditunjukkan dalam sebuah studi baru-baru ini oleh Queen’s University bahwa siswa yang memenangkan sesuatu dalam olahraga sebelum mereka mencapai usia 14, adalah 42% lebih mungkin untuk melanjutkan ke pendidikan tingkat ketiga daripada mereka yang tidak. Meskipun demikian, perkembangan anak tidak hanya membutuhkan kemauan untuk menang, tetapi juga pelajaran tentang nilai kerja tim.

Bekerja sebagai bagian dari sebuah tim memperkuat empati, tidak mementingkan diri sendiri, dan membuat kita lebih bertanggung jawab terhadap orang lain. Jika seseorang ingin menang dengan mengorbankan orang-orang di sekitar kita, kemungkinan kita akan mengasingkan rekan-rekan kita dan menjadi terlepas dari tim mana pun kita beroperasi. Misalnya, Michael Jordan sering dikritik oleh para pelatihnya karena terlalu kompetitif dalam berlatih dan terlalu kritis terhadap rekan timnya dan dia harus berubah demi timnya.

Sebagai kesimpulan, anak-anak muda kita harus diajar untuk mencoba yang terbaik untuk mencapai tujuan mereka, tetapi ini juga harus diimbangi dengan pentingnya bekerja dengan orang lain. Keduanya sama pentingnya dan akan menghasilkan dewasa muda yang lebih seimbang.